Balikpapan, 24 November 2025 – Sebagai wujud nyata implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer kembali terjun ke lapangan. Kali ini, sasaran edukasi adalah generasi muda yang tengah mendalami dunia jaringan, yakni siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 6.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATI) ini mengusung tema “Cybersecurity Awareness”. Pemilihan SMKN 6 sebagai lokasi kegiatan dinilai sangat strategis, mengingat siswa TKJ merupakan calon talenta digital yang wajib memahami sisi ofensif dan defensif keamanan siber sejak dini.
Simulasi Serangan: Memahami Pola Pikir Peretas
Pelatihan ini menghadirkan simulasi Live Hacking yang bertujuan untuk membongkar cara kerja peretas (hacker) dalam menjebak korban. Dalam sesi teknis, peserta diperlihatkan bagaimana sebuah payload berbahaya dibuat menggunakan framework Metasploit pada sistem operasi Kali Linux.
Demonstrasi ini dilakukan di lingkungan virtualisasi yang aman dan terkisolasi, menargetkan sistem operasi Windows yang memiliki celah keamanan atau dijalankan oleh pengguna yang kurang waspada. Peserta menyaksikan secara langsung bagaimana hacker menyisipkan payload ke dalam file yang terlihat tidak berbahaya, mengeksekusinya, hingga akhirnya berhasil mengambil alih sistem korban dan memantaunya dari jarak jauh.
Kaprodi Teknologi Informasi, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom., yang turut hadir memantau jalannya kegiatan, menekankan bahwa simulasi ini adalah shock therapy edukatif sebagai pemahaman bahaya di balik file unduhan yang tidak divalidasi sumbernya.
“Bahwa banyak sekali pengguna yang menginstal sebuah aplikasi dengan iming-iming tertentu atau seperti undangan digital, aplikasi bajakan, dan lain sebagainya. Tanpa disadari, hal tersebut bisa menjadi pintu untuk hacker mengambil alih sistem, memantau aktivitas korban, seperti yang kita praktikkan saat ini,” ujar Agus di sela-sela kegiatan.
Sinergi Dosen dan Mahasiswa
Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh Dosen Keamanan Informasi, Muhammad Fahmi Abdillah, S.Kom., M.Kom., yang memastikan materi yang disampaikan tetap dalam koridor etika dan edukasi (White Hat Hacking).


Pelaksanaan teknis pelatihan ini dikomandoi sepenuhnya oleh mahasiswa. Di bawah pimpinan Aqilah Aulya Maulidah selaku ketua pelaksana, HIMTI menurunkan tim terbaiknya. Materi ut
ama yang berbobot disampaikan dengan lugas oleh Aljosa Maynardian dan Ghina Nur Madina. Untuk memastikan setiap peserta dapat mengikuti praktik tanpa hambatan, tim support yang terdiri dari Apriliani Wijaya, Zaki, Satria, Rachel, Rama Danu, Naillu, dan Eryal sigap mendampingi peserta yang mengalami kendala teknis selama sesi berlangsung.
Realisasi Outcome Based Education dan Mahasiswa Sebagai Aktor Utama Pendidikan

Pelatihan ini menjadi bukti nyata penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer. Dalam kerangka OBE, fokus utama bukan hanya pada apa yang diajarkan dosen di kelas, melainkan pada kemampuan apa yang bisa dilakukan mahasiswa setelah proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknologi Informasi membuktikan ketercapaian Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran Lulusan) yang krusial, antara lain:
- Penguasaan Teknis: Mahasiswa mampu mengaplikasikan perkakas keamanan siber standar industri (Kali Linux, Metasploit) dalam skenario nyata.
- Komunikasi Efektif: Mahasiswa mampu menerjemahkan bahasa teknis yang rumit menjadi materi edukasi yang mudah dipahami masyarakat awam.
- Tanggung Jawab Sosial: Mahasiswa menunjukkan kesiapan berkontribusi menyelesaikan masalah nyata di masyarakat (kurangnya literasi keamanan digital).
Kegiatan ini menegaskan bahwa mahasiswa Teknologi Informasi tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga siap menjadi garda terdepan dalam mengedukasi di era digital yang kian pesat ini.
