UM – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Mulia melanjutkan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan sesi mendalam mengenai sistem akademik dan kemahasiswaan, Jumat (22/8/2025).
Sesi ini dipandu oleh Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Fikom. Safi’i yang menekankan pentingnya kemandirian, kedisiplinan, dan partisipasi aktif mahasiswa dalam mencapai kesuksesan di kampus dan di masa depan.
Mengenal Sosok Pembimbing dan Harapan Lulus Tepat Waktu
Muhammad Safi’i memiliki rekam jejak pendidikan S1 Sarjana Komputer dan S2 Magister Komputer dengan keahlian di bidang IoT, Smart Farming, dan Robotik, membuka sesi dengan memperkenalkan diri serta timnya.
Dalam sambutannya, Safi’i mengungkapkan harapannya yang besar terhadap angkatan mahasiswa baru Fikom yang berjumlah lebih dari 230 orang.
“Saya kepingin empat tahun kemudian, 230 yang ada saat ini semuanya diwisuda bareng-bareng,” ucapnya, menyerukan komitmen bersama untuk lulus tepat waktu.
Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya sekadar berkuliah, tetapi juga membangun relasi dan kemandirian.


Navigasi Administrasi Akademik dengan Cerdas: Panduan Sistem dan Kalender Akademik
Sesi akademik dimulai dengan pengenalan tim administrasi, yaitu Mbak Aisyah sebagai Kasubag Akademik Fikom, yang akan mendampingi mahasiswa dari awal masuk hingga lulus. Safi’i menekankan bahwa semua kebutuhan administrasi, seperti surat aktif kuliah, akan dilayani oleh Mbak Aisyah.
Poin penting lainnya adalah pemahaman kalender akademik. Mahasiswa diinstruksikan untuk selalu mempelajari kalender tersebut, terutama terkait masa registrasi, pembayaran, dan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS).
“Jangan lewat dari tanggal-tanggal yang telah ditentukan,” tegas Safi’i, mengingatkan risiko dianggap tidak aktif atau bahkan harus cuti jika terlambat.
Untuk memudahkan akses informasi, mahasiswa diajak untuk mengunjungi website baak.universitasmulia.ac.id dan universitasmulia.siakad.net/siam. Di situs ini, mahasiswa dapat menemukan berbagai informasi penting, termasuk cara mengisi aplikasi gratis-SPP dan video tutorial pengisian KRS.
“Jangan sampai Anda nontonnya hanya Korea, Korea, Korea, Korea, akademiknya kelupaan,” kelakarnya, mendorong mahasiswa untuk mandiri mencari informasi.
Pentingnya Mata Kuliah Wajib dan Potensi Beasiswa
Safi’i juga menyoroti pentingnya mata kuliah wajib, baik dari universitas maupun fakultas. Ia berbagi pengalaman kasus mahasiswa yang gagal lulus tepat waktu hingga semester 14 (7 tahun) hanya karena meremehkan mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama.
“Mata kuliah wajib ini harus ada di transkrip atau KHS kalian,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengingatkan tentang program beasiswa “Gratispol” dan meminta mahasiswa yang belum melengkapi formulir untuk segera menindaklanjutinya agar tidak tertinggal pengumuman beasiswa di bulan September.
Pengembangan Diri di Luar Kelas: Organisasi dan Prestasi Kemahasiswaan
Bagian kedua dari sesi ini berfokus pada kemahasiswaan. Mbak Maria Paradita diperkenalkan sebagai staf kemahasiswaan yang akan mengelola berbagai kegiatan, termasuk organisasi Hima (Himpunan Mahasiswa Program Studi).
Safi’i menekankan pentingnya berorganisasi. “Kalau Anda hanya mengandalkan saat lulus itu ijazah doang, tidak ada punya pengalaman di organisasi, perusahaan itu akan pikir-pikir,” ujarnya.
Ia menyarankan mahasiswa untuk aktif di Hima atau kegiatan UKM lainnya agar memiliki pengalaman dan sertifikat non-akademik yang menjadi nilai tambah di dunia kerja.
Fikom juga aktif menaungi kegiatan akademik dan non-akademik, seperti lomba-lomba Krenova (Kreativitas dan Inovasi), TTG (Teknologi Tepat Guna), Pemuda Pelopor, robotik, IoT, dan E-Sport.
Ia bangga dengan prestasi mahasiswa Fikom yang pernah menjadi juara lomba Krenova di tingkat kota dan bahkan juara E-Sport tingkat Sea Games (Valoran).
“Gali potensi kalian sendiri,” ajak Bapak Syafi’i, mendorong mahasiswa untuk menemukan minat dan bakat mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Fikom akan selalu mendukung dan menyediakan pembimbing bagi mahasiswa yang ingin berprestasi.
Komitmen untuk Masa Depan Gemilang
Sesi ini ditutup dengan harapan besar bahwa seluruh mahasiswa Fikom akan berpartisipasi aktif dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan, memanfaatkan semua fasilitas dan bimbingan yang ada.
Safi’i mengakhiri dengan pesan untuk tetap mandiri dan terus bertanya jika ada hal yang tidak ditemukan di sumber informasi resmi.
Dengan demikian, Fikom Universitas Mulia bertekad untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global.
(SA/Kontributor)
