UM – Inovasi brilian lahir dari tangan mahasiswa Universitas Mulia. Melalui sebuah aplikasi canggih bernama LeafCare, Muhammad Faridan Sutariya bersama timnya berhasil menyabet Juara 2 Kategori Mahasiswa dalam ajang bergengsi Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan, Rabu (28/5) yang lalu.
Atas pencapaian tersebut, karya mereka secara resmi mendapatkan perlindungan hukum berupa sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM.
Aplikasi LeafCare merupakan solusi modern bagi dunia pertanian dan perkebunan. Dengan memanfaatkan teknologi Computer Vision dan Large Language Model (LLM), aplikasi ini mampu mendeteksi penyakit tanaman secara akurat hanya dengan memindai citra daun, baik melalui foto langsung dari kamera ponsel maupun gambar dari galeri.
Tidak hanya mendiagnosis, LeafCare juga memberikan rekomendasi penanganan secara real-time, membantu para petani maupun penghobi tanaman untuk mencegah kerugian lebih besar sejak dini.
Keberhasilan ini merupakan buah kerja keras tim yang terdiri dari Muhammad Faridan Sutariya, Abdul Rivai, dan Danang Wahyu Wicaksono, mahasiswa Program S1 Informatika angkatan 2021.
Di bawah bimbingan dosen Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom., mereka berhasil mengubah ide inovatif menjadi sebuah produk teknologi yang fungsional dan bermanfaat.
Muhammad Safi’i, selaku dosen pembimbing, mengungkapkan kebanggaannya dan berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya.
“Prestasi yang diraih Faridan dan timnya adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kita memiliki potensi luar biasa untuk menciptakan solusi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini bukan hanya tentang memenangkan lomba, tetapi tentang keberanian untuk berinovasi dan menyelesaikan masalah riil,” ujar Safi’i.
Ia menambahkan, “Saya berharap pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya. Jangan takut untuk bermimpi besar, eksplorasi ide-ide kalian, dan manfaatkan ilmu yang didapat di kampus untuk berkarya. Kami di Universitas Mulia akan selalu mendukung dan memfasilitasi setiap langkah inovatif mahasiswa.”



Pentingnya Perlindungan Hak Cipta bagi Inovator
Penghargaan untuk LeafCare diserahkan pada puncak acara Krenova 2025 yang digelar di Sapphire Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (1/10). Sertifikat HKI diserahkan secara simbolis oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, yang mewakili Wali Kota Balikpapan.
Dalam sambutannya, Ramli menegaskan bahwa perlindungan HKI adalah fondasi penting bagi pembangunan kota.
“HAKI bukan hanya selembar sertifikat, melainkan bukti kepemilikan dan pengakuan atas karya yang dihasilkan. Dengan memiliki HAKI, karya kita akan terlindungi dari penyalahgunaan, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan HKI sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota global yang nyaman dan berdaya saing, di mana inovasi dari para pelaku ekonomi kreatif, UMKM, hingga startup mendapat kepastian hukum.
Dukungan penuh juga datang dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur (Kanwil Kemenkumham Kaltim). Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, Mia Kusuma Fitriana, menjelaskan bahwa perlindungan KI adalah benteng utama bagi para inovator.
“Tanpa perlindungan, ide kreatif rentan ditiru dan dibajak, sehingga merugikan pencipta dan menghambat perkembangan ekonomi kreatif,” tegas Mia.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Universitas Mulia, Wisnu Hera Pamungkas, yang memberikan dukungan langsung kepada para mahasiswanya.
Sinergi antara pemerintah kota, Kemenkumham, dan institusi pendidikan seperti Universitas Mulia diharapkan dapat terus menumbuhkan ekosistem inovasi yang kuat dan terlindungi di Balikpapan.
(SA/Kontributor)
