UM – Universitas Mulia (UM) kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-7 tahun 2025 yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Sebanyak 361 wisudawan dari kampus Balikpapan dan PSDKU Samarinda resmi dikukuhkan oleh Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si, Senin (1/12/2025).
Meski terjadi dinamika pada jumlah lulusan dibandingkan tahun sebelumnya, Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) tetap menjadi penyumbang lulusan terbesar pada wisuda tahun ini.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 361 wisudawan tahun 2025, sebanyak 162 orang berasal dari Fakultas Ilmu Komputer. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan Wisuda tahun 2024, di mana FIKOM meluluskan 244 orang dari total 428 wisudawan.
Menanggapi penurunan jumlah lulusan ini, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom, memberikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa fluktuasi jumlah lulusan adalah hal wajar dalam siklus akademik, namun fokus utama fakultas saat ini telah bergeser dari sekadar kuantitas menuju kualitas lulusan yang siap menghadapi era disrupsi.
“Penurunan angka lulusan tahun ini menjadi momen evaluasi sekaligus pembuktian bagi kami. Kami tidak sekadar mengejar angka kelulusan, tetapi memastikan setiap mahasiswa yang lulus memiliki kompetensi yang matang,” ujar Djumhadi.
Djumhadi menjelaskan bahwa strategi ini sejalan dengan pidato Rektor yang menargetkan transisi Universitas Mulia dari Teaching University (2019-2025) menuju Research and Innovation University (2026-2030).
Dalam kesempatan ini, lulusan terbaik diraih oleh Iskal Alrozhan angkatan 2021 S1 Informatika dengan IPK 3.89. Syamsul Adhan Pratama angkatan 2021 S1 Sistem Informasi dengan IPK 3.9, dan Wahyu Aji Purnama angkatan 2021 dari S1 Teknologi Informasi dengan IPK 3.91. Masing-masing mendapatkan tabungan senilai 1 juta dari Bank BNI, yang diserahkan Sukiran.


Strategi Ke Depan: Penguatan AI dan Sertifikasi Kompetensi
Menggarisbawahi pesan Rektor mengenai pentingnya literasi Artificial Intelligence (AI) dan Data Analytics, Djumhadi memaparkan strategi FIKOM ke depan.
“Sesuai arahan Rektor dan Ketua Yayasan, tantangan ke depan bukan lagi soal mencari kerja, tapi menciptakan solusi. Strategi kami adalah memperketat standar kurikulum berbasis OBE (Outcome Based Education). Kami akan mendorong mahasiswa FIKOM untuk tidak hanya memegang ijazah, tetapi wajib memiliki sertifikasi kompetensi di bidang AI, Cyber Security, dan Data Science sebelum lulus,” tegasnya.
Hal ini terbukti dari lulusan terbaik tahun ini yang justru datang dari prodi di bawah naungan FIKOM. Wisudawan tercepat diraih oleh Wahyu Aji Purnama (S1 Teknologi Informasi) dengan masa studi 3 tahun 4 bulan, dan wisudawan termuda Nabila Cantika Anajolla (S1 Sistem Informasi) yang lulus di usia 20 tahun.
“Prestasi Wahyu dan Nabila membuktikan bahwa meski jumlah lulusan lebih sedikit, kualitas ‘bibit’ yang kami hasilkan semakin unggul dan kompetitif,” tambah Djumhadi.
Pesan Kemandirian dari Yayasan Airlangga
Sementara itu, Ketua Yayasan Airlangga, Ibu Mulia Hayati Devianti, S.E., dalam sambutannya memberikan pesan menohok namun jenaka kepada para wisudawan. Ia menekankan pentingnya integritas dan kemandirian finansial pasca kampus.
“Kalian sudah lulus, jangan minta uang saku lagi kepada orang tua. Tugas kalianlah sekarang memberi kepada orang tua,” ucap Ibu Mulia yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin. Ia juga mengapresiasi tingginya angka lulusan berpredikat Cumlaude yang mencapai 45% dan predikat Sangat Memuaskan sebesar 58%.
Menuju Generasi Technopreneur
Rektor Universitas Mulia, Prof. Ahsin Rifa’i, menutup laporannya dengan optimisme tinggi. Ia menyebutkan bahwa masa tunggu kerja lulusan Universitas Mulia kini rata-rata hanya 3,7 bulan, dengan 83% bekerja sesuai bidang ilmunya.
“Lulusan Universitas Mulia tidak sekadar mencari pekerjaan, tetapi siap menjadi pemikir, pemecah masalah, dan inovator kreatif,” pungkas Rektor.
Dengan sinergi antara visi Rektorat, dukungan Yayasan, dan strategi taktis dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mulia optimis menyongsong tahun 2026 sebagai gerbang menuju universitas berbasis riset dan inovasi tingkat global.
Kontributor: Subur Anugerah
