web analytics

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia

Direktur Comtelindo Hariyanto berdiri memaparkan materi. Foto: Media Kreatif

Direktur Comtelindo Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Dunia Digital

UM – Lingkungan perkuliahan kerap diibaratkan sebagai fase metamorfosis, di mana setiap mahasiswa adalah ‘kupu-kupu’ yang bersiap menghadapi dunia. Pesan mendalam ini disampaikan oleh Hariyanto, Direktur PT Comtelindo, dalam kuliah umum inspiratif di Universitas Mulia, Jumat (22/8/2025).

Di hadapan para mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer, Hariyanto membagikan wawasan berharga tentang realitas dunia kerja dan peran krusial teknologi, inovasi, serta etika dalam membentuk pribadi unggul.

Hariyanto memulai sesinya dengan menekankan pentingnya motivasi yang kuat dan benar sebagai pondasi pendidikan.

“Belajar adalah hal yang wajib dan harus, bukan hanya saat kuliah, tapi sampai kita tua nanti,” ujarnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk merefleksikan tujuan utama berkuliah, yang seharusnya melampaui sekadar mendapatkan gelar, melainkan untuk memperoleh ilmu dan pengalaman demi kebermanfaatan bagi diri sendiri dan masyarakat.

Menghadirkan pencerahan tentang realitas, Hariyanto tidak sungkan membuka mata mahasiswa terhadap tantangan pasar kerja.

Dengan data yang mengejutkan, ia mengungkapkan bahwa angka pengangguran di Indonesia pada 2024 mencapai 7,4 juta jiwa, dengan jutaan di antaranya berasal dari lulusan universitas.

“Lulus dari Universitas Mulia tidak menjamin kalian langsung mendapatkan pekerjaan. Syukur-syukur bisa buka usaha atau menjadi tenaga ahli,” tegasnya. Ini menjadi pengingat keras bahwa kualifikasi akademik saja tidak cukup.

Menjadi Pribadi Berkualitas dan Bertumbuh: Inovator dan Problem Solver

Untuk menghadapi realitas tersebut, Hariyanto menggarisbawahi pentingnya pengayaan diri dengan menjadi individu yang “berkualitas dan bertumbuh.” Ini mencakup dua pilar utama:

1.) Berpegang pada yang Benar dan Baik

Hariyanto membedakan antara “benar” (mutlak, universal, dan datang dari Tuhan) dengan “baik” (relatif, tergantung budaya, lingkungan, dan kesepakatan).

Ia mendorong mahasiswa untuk selalu berpegang pada kebenaran dan kebaikan dalam setiap tindakan.

“Teknologi itu bukan hanya sekadar canggih dan luar biasa, tapi bagaimana itu bisa menjadi produk, solusi, inovasi yang memberikan kebermanfaatan,” tambahnya, menyerukan agar teknologi dimanfaatkan secara etis dan bertanggung jawab.

2.) Mengembangkan Kecerdasan & Keterampilan Praktis

Mahasiswa didorong untuk “menggali sebesar-besarnya” potensi kecerdasan di Universitas Mulia. Lebih dari itu, mereka harus menjadi inovator dan problem solver.

Hariyanto menantang mahasiswa untuk aktif mencari studi kasus di lingkungan sekitar, memahami masalah masyarakat, dan berani mengimplementasikan solusi berbasis teknologi.

Ia mencontohkan bagaimana PT Comtelindo, sebagai perusahaan lokal, berhasil menerapkan solusi IoT untuk pemantauan minyak di daerah pedalaman atau memberikan akses internet di desa-desa terpencil Kalimantan, yang untuk memenuhi kebutuhan dasar teknologi saja menjadi kemewahan.

Direktur Comtelindo Hariyanto saat pertama memperkenalkan diri. Foto: Media Kreatif
Direktur Comtelindo Hariyanto saat pertama memperkenalkan diri. Foto: Media Kreatif
Direktur Comtelindo Hariyanto duduk berdiskusi. Foto: Media Kreatif
Direktur Comtelindo Hariyanto duduk berdiskusi. Foto: Media Kreatif
Direktur Comtelindo Hariyanto berdiri memaparkan materi. Foto: Media Kreatif
Direktur Comtelindo Hariyanto berdiri memaparkan materi. Foto: Media Kreatif

Strategi Meraih Sukses: Roadmap dan Aksi Nyata

Hariyanto dengan semangat empowerment mengajak mahasiswa untuk tidak menunda dan segera bertindak.

“Buatlah roadmap studi kalian selama 4 tahun. Apa saja yang mau dilakukan, kursus apa yang diikuti, kegiatan apa yang diminati,” sarannya.

Ia menekankan bahwa waktu 4 tahun sangat singkat, dan penyesalan tidak ada gunanya.

Pesan kunci yang ia sampaikan adalah:

  1. Lakukan yang benar: Mulai dengan dasar yang kuat.
  2. Menjadi berkualitas dan bertumbuh: Kembangkan diri secara holistik.
  3. Jangan menunda: Ambil tindakan sekarang.
  4. Jadilah inovator dan problem solver: Terapkan ilmu untuk mengatasi masalah nyata.

Hariyanto juga turut mempromosikan Universitas Mulia sebagai wadah yang ideal untuk mencapai semua ini.

“Universitas Mulia ini sangat keren, saya juga adalah alumni dari Universitas Mulia,” katanya disambut aplaus.

Ia menegaskan bahwa kampus telah membekali mahasiswa dengan semua kekuatan, tinggal bagaimana mahasiswa mengolah dan mengambil ilmu sebaik-baiknya.

Acara ini tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga memicu pencerahan tentang arah masa depan, menambah wawasan keterampilan hidup, dan menguatkan para mahasiswa untuk mengambil kendali atas perjalanan pendidikan dan karier.

Universitas Mulia secara konsisten berkomitmen untuk mencetak generasi penerus bangsa yang bukan hanya pintar dalam teknologi, tetapi juga berintegritas dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman, seperti halnya “kupu-kupu” yang bertransformasi sempurna untuk terbang tinggi.

(SA/Kontributor)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *