UM – Universitas Mulia pekan lalu sukses menggelar sesi inspiratif bertajuk Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa baru (PKKMB) 2025 Fakultas Ilmu Komputer, yang mengupas tuntas tantangan dan peluang bagi pemuda di era disrupsi, bertempat di ballroom Cheng Ho, Jumat (22/8/2025).
Kegiatan ini mengundang Sulthan Nur Hidayatullah, seorang pemuda pelopor yang berdedikasi, sebagai pemateri utama dan dimoderatori oleh Difiya Rizkia Aulia.
Sesi ini bertujuan untuk membakar semangat mahasiswa agar menjadi “generasi emas” yang adaptif dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.
Dalam sesi tersebut, Sulthan Nur Hidayatullah menekankan pentingnya edukasi dan enlightenment mengenai “Era Disrupsi” yang telah mengubah lanskap pekerjaan dan kehidupan sosial secara fundamental.
Ia menyoroti bahwa banyak keterampilan tradisional mungkin tidak lagi relevan, digantikan oleh teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
“Kita harus sadar bahwa perubahan ini sangat cepat. Banyak pekerjaan yang dulu ada kini tergantikan oleh robot atau AI. Kuncinya adalah Growth Mindset, melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan akhir dari segalanya,” jelas Sulthan.
Pemahaman ini krusial agar mahasiswa tidak tertinggal dan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan lebih siap.



Pemberdayaan dan Pengayaan Diri Menuju Kepemimpinan
Lebih lanjut, Sulthan memberikan berbagai tips praktis untuk empowerment diri. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada masalah, melainkan aktif mencari solusi, serta memiliki target yang jelas dan realistis.
Kualitas kepemimpinan di era modern, seperti berani berbicara, bekerja keras, memiliki karakter yang baik, dan mampu beradaptasi, menjadi esensial.
“Kita harus berani beradaptasi dengan perubahan. Dulu, video 5 menit saja dianggap lama, kini TikTok bisa menayangkan video singkat setiap hari,” ujarnya, mengilustrasikan betapa cepatnya perubahan dan kebutuhan akan kreativitas serta inovasi.
Mahasiswa juga didorong untuk melihat peluang di profesi baru seperti content creator, gamer, atau influencer sebagai bagian dari enrichment keterampilan mereka.
Kemampuan untuk menguasai keterampilan masa depan, berpikir kritis, dan kemampuan bercerita (storytelling) yang baik juga ditekankan sebagai modal penting.
Komitmen Universitas Mulia dan Promosi Kontribusi Positif
Menurutnya, melalui motonya “Mulia, Oh Mulia,” Universitas Mulia menunjukkan komitmennya dalam mencetak “generasi emas harapan negeri” yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat. Ini adalah bentuk promosi dari visi institusi untuk masa depan.
Sulthan Nur Hidayatullah sendiri adalah contoh nyata dari nilai-nilai ini, dengan penghargaan sebagai “Pemuda Pelopor Bidang Sosial dan Budaya” yang diterimanya pada tahun 2020.
Dedikasinya dalam program “Mendidik Balikpapan” yang bertujuan menyediakan guru di sekitar 200 sekolah dasar, adalah bukti konkret bagaimana ilmu dan bakti dapat mewujudkan kontribusi positif bagi masyarakat.
Universitas Mulia secara aktif mendukung inisiatif semacam ini untuk menciptakan lingkungan yang maju dan sejahtera.
“Sebagai manusia, kita harus memaksimalkan potensi diri, bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang bermanfaat,” pungkas Sulthan, memotivasi seluruh peserta untuk terus belajar dan beradaptasi demi masa depan yang lebih baik.
(SA/Kontributor)
