UM – Era digital membuka gerbang tak terbatas bagi produk lokal untuk merambah pasar internasional. Peluang inilah yang menjadi sorotan utama dalam gelaran “Millennial Export Movement: Optimalisasi Teknologi untuk Akselerasi Ekspor” yang dihelat pada 10 Desember 2025 di Hotel Golden Tulip, Balikpapan.
Acara bergengsi yang diinisiasi oleh Export Center Balikpapan di bawah naungan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Timur ini sukses menarik perhatian sekitar 50 peserta.
Forum ini menjadi titik temu strategis antara akademisi, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga profesional yang memiliki visi sama: membawa produk lokal mendunia.
Sebagai upaya edukasi publik, acara ini menghadirkan Lianto Fahmi Nasution sebagai narasumber utama. Dalam paparannya yang komprehensif, Lianto menegaskan bahwa ekspor bukan lagi ranah pemain besar semata. Generasi milenial dan pelaku usaha pemula dapat mengambil peran signifikan dengan memanfaatkan teknologi.
Lianto membedah strategi praktis, mulai dari pemanfaatan data digital untuk riset pasar, strategi pemasaran internasional berbasis internet, manajemen logistik yang efisien, hingga pemenuhan standar ekspor global.


“Generasi muda memegang kunci dalam ekosistem ekspor nasional. Kemampuan adaptasi teknologi adalah modal utama untuk memotong hambatan geografis dan operasional dalam perdagangan antarnegara,” ungkapnya dalam sesi materi.
Kehadiran perwakilan perguruan tinggi merupakan kolaborasi pentahelix dalam memajukan ekonomi daerah. Sejumlah kampus ternama di Balikpapan turut ambil bagian, antara lain ITK, Poltekba, STIEPAN, dan tentunya Universitas Mulia.
Dari Universitas Mulia, delegasi dipimpin oleh Istia Budi, S.T., M.M. selaku dosen, didampingi oleh tiga mahasiswa berprestasi: Aljosa Maynardian, Aqilah Aulya Maulidah, dan Azzahra Noor Istiqomah dari Prodi S1 Teknologi Informasi.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen kampus dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri yang sesungguhnya.
Bagi kalangan dosen, forum seperti Millennial Export Movement bukan sekadar seminar biasa. Ini adalah sarana memperkaya perspektif untuk pengembangan kurikulum pembelajaran dan bahan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini membuka mata mereka bahwa peluang karir tidak hanya terbatas di dalam negeri.
“Kegiatan ini memberikan insight baru yang luar biasa. Kami jadi paham tahapan ekspor secara teknis dan bisa membangun jejaring profesional sejak dini,” ujar salah satu mahasiswa peserta.
Melalui Millennial Export Movement, diharapkan lahir lapisan baru pelaku ekspor, khususnya dari kalangan generasi muda, yang tidak hanya paham teori, tetapi juga cakap mengeksekusi strategi digital.
Langkah ini menjadi fondasi penting untuk mencetak wirausahawan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di kancah global demi kemajuan ekonomi daerah dan nasional.
Kontributor: Istia Budi
Editor: Subur Anugerah
